Go everywhere, see everything!

AbdulSidik.COM~Inilah pesan Mr Toyoda (lengkapnya Kanshiro Toyoda, cucunya pendiri Toyota) kepada saya. Lalu istrinya, Mrs Toyoda, menambahkan, "Satu kali melihat lebih berharga daripada seratus kali mendengar."

Ngomong-ngomong, gimana ceritanya, kok saya bisa bertemu langsung dengan mereka? Ceritanya begini.

Selesai berseminar di Tokyo, saya dan istri berangkat ke Toyota City. Partner-partner saya di TK Khalifah juga berangkat. Agenda utamanya, studi banding untuk TK dan SD. Alhamdulillah, kami diundang (Terima kasih Pak Mulyono dan Bu Lilis atas kesempatan ini).

Nggak nyangka, ternyata kemudian saya dan istri dijamu oleh Mr Toyoda dan Mrs Toyoda. Masya Allah. Bukan itu saja. Lalu kami diizinkan menginap di rumah mereka. Rezeki tak disangka-sangka bagi kami.

Alhamdulillah selama dua hari dua malam saya berada di rumah keluarga Toyoda. Sekali lagi, Mr Toyoda adalah keturunan dari pendiri Toyota dan beliau masih aktif memimpin salah satu perusahaan di Toyota Group.

Suami-istri ini usianya sudah 70-an tapi masih aktif dan produktif. Ke mana-mana nyetir sendiri. Jalannya cepat. Sikapnya sangat ramah dan sangat rendah hati. Sang istri lumayan lancar Bahasa Inggris-nya.

Hebatnya lagi, nggak ada asisten rumah. Semuanya mereka handle sendiri. Mungkin ini sudah biasa bagi masyarakat Jepang. Tapi beliau-beliau ini kan beda. Toyota sudah menjadi merek global. Bahkan sudah menjadi nama kota di Jepang.

Tapi begitulah, mereka tetap ramah dan tetap rendah hati.

Adapun filosofi Toyota, "Good thinking, good product." Mrs Toyoda cerita ke saya, concern mereka bukan lagi soal profit, tapi soal peningkatan taraf hidup manusia. Di Toyota City, di Jepang, dan di dunia.

Salah satu impian Mrs Toyoda, ingin dunia ini menjadi borderless dan penuh kedamaian. Beliau menceritakan ini sambil menyetir. Kata beliau, kayaknya ini mustahil terjadi saat ini. Tapi siapa tahu suatu hari nanti. Tulisan ini boleh di-share.

"Friendship forever," ini salah satu pesan Mrs Toyoda untuk entrepreneur-entrepreneur di Indonesia. Pokoknya, selama 2 hari 2 malam, saya dan partner-partner saya di TK Khalifah tak henti-henti dapat kejutan dari keluarga Toyoda dan masyarakat Toyota City.

Ya, mereka sangat friendly dan sangat humble. Bagi saya, ini berkesan sekali dan tak terlupakan. Sepertinya ucapan terimakasih tidak cukup untuk membalas kebaikan-kebaikan mereka.

Pada akhirnya, tibalah masa perpisahan itu. Menetes airmata saya saat pamitan dengan Mr Toyoda dan Mrs Toyoda. Terharu. Yang saya rasakan, mereka ini begitu tulus dan benar-benar memuliakan tamu.

Saat kami ber-sayonara dan berada di dalam bis, mereka berdiri di luar, di samping bis. Ya, mereka menunggu keberangkatan bis kami. Sambil berpayung, karena hujan, mereka bersikeras berada di situ sembari melambai-lambaikan tangannya, sampailah bis bergerak menjauh. Lagi-lagi saya speechless.

Bukan saya saja. Demikian pula teman-teman saya dari TK Khalifah. Mereka bahagia sekali dan terharu. Hampir semuanya meneteskan airmata. Karena diperlakukan dengan sangat hangat oleh warga Toyota City. Ternyata soal ramah, bukan dominasi orang Indonesia saja. Orang Jepang juga sangaaat ramah.

Kita doakan ya. Semoga Mr Toyoda dan Mrs Toyoda selalu sehat, juga panjang umur. Aamiin. Satu lagi. Mudah-mudahan hubungan Indonesia-Jepang semakin erat dan semakin akrab dari waktu ke waktu. Aamiin.

Saya pribadi berharap, ke depan lebih banyak lagi orang-orang yang terinspirasi dari kisah Toyota City, Toyota Company, dan Toyoda Family. Kalau perlu, berkunjung ke Toyota City. Insya Allah.

Post a Comment

0 Comments